Term

Artikel dalam blog ini adalah karya asli penulis. Beberapa artikel pernah penulis unggah diblog yang lain sebelumnya, yang pada saat ini blog tersebut telah penulis hapus. Disamping itu, sebagian juga merupakan pindahan tulisan dari web geo.fis.unesa.ac.id mengingat keterbatasan space pada web tersebut. Pembaca diijinkan untuk menyitir artikel dalam blog ini, tetapi wajib mencantumkan nama blog ini sebagai sumber referensi untuk menghindari tindakan plagiasi. Terimakasih

Monday, July 22, 2013

Untukmu airku sayang !!!!

Penduduk di wilayah Karangbolong, Gunungkidul, Blambangan, Rengel dan daerah karst lainnya banyak memanfaatkan air bawah permukaan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Memang potensi air bawah permukaan diwilayah seperti itu sangat besar. Namun sayangnya, untuk memperoleh air memerlukan perjuangan yang keras. Betapa tidak, untuk mendapatkan seember air, penduduk harus masuk kedalam gua-gua yang dalam dan gelap. Lorong sempit dan licin adalah tantangan yang harus dikalahkan.

Air dalam lorong gua adalah ciri dari suatu kawasan bertopografi karst aktif. Keberadaan air itu pula yang "mengukir" permukaan hingga bagian dalam karst. Batuan karst memiliki sifat mudah larut jika bertemu dengan air yang memiliki kandungan karbondioksida tinggi. Proses pelarutan yang terus menerus dalam waktu yang lama membentuk fenomena unik baik di permukaan ataupun di bawah permukaan.
Lorong gua merupakan saluran air tak berfilter yang sekaligus berfungsi sebagai gudang air bagi wilayah karst. Air dengan cepat mengalir dari satu tempat ke tempat lain melalui lorong-lorong ini layaknya sungai permukaan yang sering kita lihat. Segala sesuatu yang masuk ke air dalam lorong tersebut akan dengan mudah terangkut dan tersebar ke berbagai tempat sesuai dengan sebaran aliran air tersebut. 
Proses masuknya air dari permukaan ke lorong bawah tanah juga melalui lubang, celah, dan retakan yang ada. Airpun masuk dengan mudah tanpa adanya penyaringan yang baik oleh lapisan tanah yang ada. Tentu saja hal ini mengakibatkan terangkutnya berbagai pencemar seperti sisa pupuk pertanian, sampah, kotoran hewan dan bahkan ( mohon maaf !! ) kotoran manusia jika ada. 
Bertumpu dari hal tersebut, sangatlah tidak bijak jika kita tidak mengelola dengan baik lingkungan karst kita dimana mungkin kita tinggal saat ini. Sebaiknyalah jangan membuang berbagai kotoran dan sampah kita ke saluran-saluran air walaupun saluran itu kecil, karena pada akhirnya air itu juga akan menuju lorong bawah permukaan. Sadarkah kita, bahwa di tempat lain air tersebut langsung dimanfaatkan oleh penduduk untuk minum dan lain-lain.

Selanjutnya, pilihan ada di tangan Anda ........

No comments: